Menghasilkan lulusan yang memiliki keluasan wawasan dalam perkembangan teknologi dan kepekaan estetik dalam mewujudkan gagasan menjadi rancangan desain, berakhlak mulia serta mandiri dalam bersikap dan berpendapat.
Tujuan Pendidikan Prodi Desain Komunikasi Visual
(dikutip dari buku panduan 2003-2006)

Januari 2008 merupakan bulan ke-41 saya berkuliah di Universitas Paramadina, tetapi saya tidak mendapat keterampilan apa-apa. Sudah lebih dari 40 juta rupiah dikeluarkan, tetapi saya hanya mendapat tugas membuat poster, flyer, dan keperluan promosi lainnya; padahal semua itu bisa saya dapatkan seharga seperdelapannya di sebuah tempat kursus desain, bahkan secara gratis apabila saya mendalaminya secara otodidak.

Desain, atau perancangan, merupakan gabungan dari kreatifitas, keterampilan, dan pengalaman. Unsur yang ketiga bisa didapatkan dari organisasi, sedangkan kedua unsur pertama merupakan tanggung jawab dari institusi pendidikan. Sayangnya, hal tersebut seperti dilupakan oleh Universitas Paramadina.

Kreatifitas adalah awal dari segalanya. Kreatifitas merupakan ruh yang menghidupi kreasi manusia. Namun terjadi proses pengkotak-kotakan kreatifitas di Universitas Paramadina, dimana mahasiswa tidak bisa menggunakan akalnya untuk berkreasi dan mengembangkan kreatifitasnya karena kurikulum yang bersifat monoton dan tidak eksploratif, bahkan terjadi tumpang-tindih di antaranya.

Apa yang didapatkan dari mata kuliah Desain Komunikasi Visual I-V? Apakah logo merupakan satu-satunya bidang yang bisa dikerjakan oleh desainer, atau, dengan kata lain, desainer hanya bertugas untuk membuat logo? Atau Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Paramadina hanya bertujuan untuk mencetak pembuat logo?

Logo, seperti kebanyakan ide yang lain, bisa berwujud nyata setelah dibantu oleh keterampilan. Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Paramadina menawarkan mata kuliah Pengantar Komputer Grafis, Komputer Grafis I, dan Komputer Grafis II untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam bidang teknologi.

Teknologi yang diajarkan memanglah merupakan teknologi terbaik di bidang perancangan grafis karena memungkinkan sang perancang untuk mengeksplorasi unsur rupa secara digital yang sesuai dengan konteks desain. Tetapi kurikulum yang diberikan dalam wujud pemberian tugas-tugas tidak memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam hal eksplorasi, sehingga menyebabkan ketakutan di diri mahasiswa untuk menguasai perangkat lunak tertentu, menimbulkan rasa kurang percaya diri karena ketertinggalan dibandingkan mahasiswa kampus lainnya, hingga menyebabkan mahasiswa seperti dikuasai oleh teknologi dan bukan sebaliknya.

Tahun 2008 merupakan tahun ke-sepuluh bagi Universitas Paramadina dalam mencatatkan namanya pada lembaran sejarah pendidikan di Indonesia : Sejarah yang kelam bagi nasib lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual?

Selamat ulang tahun yang ke-10 untuk Universitas Paramadina.



XHTML: You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Indonesian Youth Conference